Gelapnya Medan, Maraknya Begal : Perlukah Pemko Medan Pangkas Anggaran LPJU?

Binsar Simarmata, anggota DPRD Kota Medan, 



Medan, detik86news.com – Malam di Kota Medan seharusnya menjadi waktu bagi warga untuk beristirahat dengan tenang atau beraktivitas tanpa rasa khawatir.
Namun, bagi sebagian masyarakat, kegelapan justru menghadirkan ketakutan akan aksi kejahatan jalanan. Di beberapa sudut kota, terutama di daerah yang minim penerangan, ancaman begal dan geng motor masih menjadi momok yang meresahkan.

Binsar Simarmata, anggota DPRD Kota Medan, mengingatkan Pemko Medan untuk lebih bijak dalam melakukan efisiensi anggaran, khususnya dalam hal Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Menurutnya, pengurangan anggaran untuk penerangan jalan bisa berdampak langsung pada meningkatnya angka kejahatan jalanan.

“Medan masih rawan aksi kriminal, terutama di daerah yang kurang pencahayaan. Jika anggaran penerangan jalan dikurangi, bukan tidak mungkin kasus begal dan kejahatan jalanan semakin meningkat,” ujar Binsar, Selasa (18/2/2025).

Sejumlah warga pun merasakan dampak dari minimnya penerangan jalan. Rudi, seorang pengemudi ojek online, mengaku selalu waspada ketika melintasi ruas jalan yang gelap.

“Kalau lewat daerah yang minim lampu, rasanya deg-degan. Apalagi kalau sedang membawa penumpang malam-malam. Begal sering beraksi di tempat seperti itu,” ungkapnya.

Medan Johor menjadi salah satu kawasan yang sering disorot karena aksi geng motor yang meresahkan warga. Beberapa kejadian kriminal di daerah ini bahkan terjadi di dekat jalan utama yang penerangannya kurang memadai.

“Kalau jalan gelap, mereka makin leluasa beraksi. Harusnya Pemko Medan lebih memprioritaskan keamanan warganya,” tambah Binsar.

Di sisi lain, Pemko Medan memang tengah berupaya melakukan efisiensi anggaran, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Namun, Binsar menegaskan bahwa pemotongan anggaran harus dilakukan secara cermat, tanpa mengorbankan aspek keamanan.

“Ada banyak pos belanja yang bisa diefisiensikan, seperti belanja ATK dan pengeluaran lain yang tidak produktif. Tapi kalau lampu jalan yang dipangkas, dampaknya langsung terasa bagi masyarakat,” katanya.

Sebagai solusi, Binsar juga mengusulkan agar Pemko Medan mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling) di berbagai kecamatan sebagai bentuk pencegahan dini terhadap tindak kriminal. Dengan kombinasi penerangan jalan yang optimal dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, diharapkan Kota Medan bisa semakin aman dan bebas dari julukan “kota begal.”

Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari Pemko Medan. Akankah kebijakan efisiensi anggaran tetap menyentuh sektor penerangan jalan, atau justru ada solusi lain yang lebih berpihak pada keamanan warga? Jawabannya ada di tangan pemerintah kota.(Jb).

Posting Komentar

0 Komentar